WhatsApp Image 2026 07 30 at 16.09.28

Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan Jalani Asesmen Lapangan LAM-PTKes, Perkuat Komitmen Budaya Mutu

Jakarta (29/07)  – Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) selama tiga hari, 27–29 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penjaminan mutu eksternal untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan vokasi telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi yang berlaku.

 Asesmen dilakukan oleh dua asesor LAM-PTKes, yaitu Dr. Maria Gorreti Catur Yuantari, S.KM., M.Kes. dan Winarko, S.KM., M.Kes. Kedatangan keduanya disambut langsung oleh Direktur Politeknik Ketenagakerjaan beserta jajaran pimpinan, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), pengelola Program Studi K3, dosen, tenaga kependidikan, hingga Tim Task Force Akreditasi.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Ketenagakerjaan menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar proses penilaian administratif, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sekaligus memperkuat budaya mutu yang berkelanjutan. Komitmen itu, menurutnya, diwujudkan lewat penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat, serta perluasan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Verifikasi Dokumen hingga Wawancara Multipihak

Selama tiga hari pelaksanaan, Tim Asesor memverifikasi dan memvalidasi Laporan Evaluasi Diri (LED) serta Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS), lengkap dengan berbagai bukti pendukung yang telah disiapkan oleh program studi. Proses klarifikasi turut dilakukan melalui diskusi bersama pimpinan institusi, pimpinan UPPS, pimpinan program studi, dan unit-unit penunjang, guna memperoleh gambaran komprehensif atas implementasi sistem penjaminan mutu di lingkungan Politeknik Ketenagakerjaan.

Tidak hanya menelaah dokumen, Tim Asesor juga mewawancarai dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, hingga pembimbing wahana praktik. Wawancara ini bertujuan mengonfirmasi pelaksanaan proses pendidikan, kualitas layanan akademik, relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, serta kontribusi para lulusan di berbagai sektor ketenagakerjaan.

Sebagai pelengkap, Tim Asesor juga meninjau langsung fasilitas pembelajaran, laboratorium, ruang kerja dosen, perpustakaan, sistem informasi, serta sarana dan prasarana penunjang lainnya. Peninjauan lapangan ini penting untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang disampaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

Rekomendasi untuk Peningkatan Mutu Berkelanjutan

Di penghujung rangkaian asesmen, Tim Asesor menyampaikan hasil klarifikasi sekaligus sejumlah masukan konstruktif sebagai bahan peningkatan mutu Program Studi K3. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi landasan pengembangan program studi secara berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan dunia kerja, dan berdaya saing baik di tingkat nasional maupun internasional.

Direktur Politeknik Ketenagakerjaan menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra industri, instansi pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung kelancaran proses asesmen lapangan. Menurutnya, sinergi yang terbangun selama proses akreditasi mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembangunan ketenagakerjaan Indonesia.

Melalui asesmen lapangan ini, Politeknik Ketenagakerjaan optimistis dapat terus memperkuat sistem penjaminan mutu internal, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mencetak lulusan bidang keselamatan dan kesehatan kerja yang profesional, unggul, dan siap berkontribusi mewujudkan budaya keselamatan kerja di Indonesia.

Scroll to Top