Jakarta (15/07) – Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) menerima kunjungan delegasi Korea Occupational Safety and Health Agency (KOSHA) dalam kegiatan Courtesy Meeting and Discussion on Future Collaboration yang diselenggarakan di Kampus Politeknik Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (15/7). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam rencana menjajaki kerja sama strategis antara kedua institusi untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kegiatan diawali dengan penyambutan delegasi KOSHA, sesi perkenalan, serta sambutan dari Direktur Politeknik Ketenagakerjaan dan Ketua Delegasi KOSHA. Selanjutnya, Plt. Wakil Direktur I, Bambang Wardoyo, memaparkan profil institusi yang mencakup visi, program studi, fasilitas laboratorium, serta arah pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja dan industri.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Ketenagakerjaan, Prof. Dede Rahmat Hidayat menyampaikan bahwa kolaborasi internasional merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
“Polteknaker berkomitmen membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan industri global. Kami meyakini bahwa kerja sama dengan KOSHA akan membuka peluang besar dalam penguatan kapasitas dosen, pengembangan kurikulum, penelitian, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa agar memiliki daya saing internasional,” ujar Prof. Dede.
Senior Advisor sekaligus Project Manager KOSHA, Mr. Shin Injae, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Polteknaker dalam mengembangkan pendidikan vokasi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.
“Kami melihat Polteknaker memiliki visi yang kuat dalam membangun pendidikan K3 yang modern. KOSHA terbuka untuk berbagi pengalaman yang telah diterapkan di Korea Selatan.” ungkap Mr. Shin Injae.
Dalam sesi diskusi yang dipimpin oleh Dr. Suseno Hadi, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi K3. Beberapa area kerja sama yang menjadi perhatian meliputi program Faculty Exchange dan Visiting Professor, pelatihan serta sertifikasi internasional di bidang K3, penelitian bersama mengenai isu-isu keselamatan kerja yang berkembang, hingga pengembangan laboratorium pembelajaran dan Smart Safety Center sebagai pusat pembelajaran K3 berbasis teknologi.
Selain itu, kedua institusi juga mendiskusikan peluang benchmarking dan pengembangan kurikulum K3 berstandar internasional, serta implementasi pembelajaran digital melalui Learning Management System (LMS), Massive Open Online Courses (MOOCs), laboratorium virtual, dan media pembelajaran interaktif.
Melalui diskusi ini, Polteknaker dan KOSHA memiliki visi bersama untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sebagai tindak lanjut, Polteknaker merencanakan penyusunan nota kesepahaman bersama, pembentukan Joint Working Group, serta penyusunan peta jalan kerja sama selama tiga tahun. Beberapa program prioritas yang diusulkan antara lain penyelenggaraan Visiting Professor Program, seminar internasional bersama, serta pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi dosen bidang K3.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan, dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium dan fasilitas kampus Politeknik Ketenagakerjaan. Diharapkan, kerja sama ini menjadi fondasi bagi terwujudnya kemitraan jangka panjang antara Polteknaker dan KOSHA dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi serta mewujudkan budaya keselamatan kerja yang lebih kuat di Indonesia. (LR)

