Sekjen Kemnaker Arahkan Evaluasi Kinerja Tahun 2025 dan Perencanaan Program Tahun 2026 Polteknik Ketenagakerjaan

Jakarta (07/01) — Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) melaksanakan agenda rapat “Kick Off Meeting” Program Kegiatan Politeknik Ketenagakerjaan Tahun 2026 dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Politeknik Ketenagakerjaan Tahun 2025, yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kolaboratif ini menjadi forum bersama untuk meninjau capaian kinerja selama tahun 2025 sekaligus menyusun arah dan program strategis Polteknaker pada tahun 2026.

Beberapa capaian kinerja Polteknaker selama tahun 2025 yang dibahas dalam agenda rapat meliputi dari program setiap unit kerja, akademik, kemahasiswaan dan kerjasama, serta umum dan keuangan. Pada tahun 2025, realisasi anggaran mencapai 98,84%. Dalam bidang akademik, skor SINTA Polteknaker mengalami peningkatan dari 444 menjadi 2.344. Pencapaian di bidang kemahasiswaan juga semakin meningkat, yakni terhitung lebih dari 30 prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa Polteknaker, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kegiatan tersebut, Sekjen Kemnaker menyampaikan sejumlah arahan terkait penguatan kelembagaan Polteknaker. Salah satu fokus utama adalah peningkatan jumlah mahasiswa secara bertahap serta persiapan Polteknaker menuju Badan Layanan Umum (BLU). Selain itu, Polteknaker juga didorong untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sekjen Kemnaker juga menekankan pentingnya kolaborasi antar dosen dalam penulisan artikel dan jurnal ilmiah untuk meningkatkan sitasi dan skor SINTA. Di sisi lain, karya dan prestasi mahasiswa, termasuk hasil lomba, diharapkan dapat didaftarkan Hak Cipta sebagai bentuk perlindungan dan pengakuan atas karya akademik.

Dalam bidang sumber daya manusia, Polteknaker diarahkan untuk mengajukan penambahan dosen, khususnya pada Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), guna memenuhi rasio dosen dan mendukung proses pembelajaran yang optimal. Selain itu, Polteknaker diminta mulai memetakan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), antara lain melalui pemanfaatan laboratorium dan rencana pembangunan asrama mahasiswa.

“Politeknik Ketenagakerjaan harus terus bertransformasi menjadi institusi yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan, dengan tata kelola yang kuat serta pemanfaatan potensi akademik dan PNBP secara optimal.” ujar Dr. Cris.

Direktur Politeknik Ketenagakerjaan menyampaikan bahwa evaluasi ini menjadi bahan penting dalam perbaikan dan penguatan program kerja ke depan. Seluruh masukan yang diberikan akan ditindaklanjuti dalam penyusunan perencanaan kegiatan tahun 2026 agar lebih terarah dan berkelanjutan.

“Arahan dan evaluasi dari Bapak Sekjen menjadi landasan penting bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan penyusunan program yang lebih baik, serta mempersiapkan Polteknaker menuju BLU yang profesional dan mandiri.” ungkap Prof. Yoki Yulizar.

Melalui kegiatan ini, Polteknaker diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas tata kelola, pembelajaran, serta layanan Pendidikan tinggi vokasi, sehingga dapat mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. (LR)

Scroll to Top