Jakarta — Kehadiran generasi milenial dan generasi Z telah mendominasi angkatan kerja dengan pesat. Hal ini menghadirkan tantangan baru bagi organisasi untuk menyediakan iklim kerja yang mendukung perkembangan mereka.

Dalam acara Ngopi Daring Nasional dengan tema “How To Boost Millenial HR During Pandemic” yang diselenggarakan oleh Politeknik Ketenagakerjaan, Jumat, 30 Juli, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, Ph.D dalam sambutannya mengatakan, acara Ngopi Daring Nasional ini salah satu upaya mendorong para milenial terus berkarya dan berkontribusi positif dimasa era adaptasi baru ini.

Sekjen Kemnaker mengatakan, beberapa arah kebijakan pemerintah sudah disesuaikan ulang. Mulai dari prioritas yang harus dikerjakan sampai alokasi anggaran. Ada lima arah pembangunan yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo meliputi: (1) Kelanjutan pembangunan infrastruktur, (2) Pembangunan sumber daya manusia, (3) Transformasi ekonomi, (4) Reformasi birokrasi, dan (5) Penyederhanaan regulasi.

“Seluruh arah kebijakan tersebut hanya mungkin dijalankan apabila SDM-nya memiliki kapabilitas dan kapasitas. Terlebih pola kerja karyawan yang selama pandemi berubah dari yang sifatnya time based menjadi output based karena harus bekerja dari luar kantor,” tutur Sekjen Kemnaker.

Selain itu, Sekjen Kemnaker menambahkan, institusi pendidikan khususnya Polteknaker harus terus dapat mengedepankan research and development yang terpogram bagi peningkatan SDM generasi milenial, sehingga mereka dapat mengoptimalkan SDM dan mampu adaptif dengan kemajuan teknologi, dengan harapan menjadi penerus bangsa dalam menghadapi perubahan berbagai bidang pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Politeknik Ketenagakerjaan, Elviandi Rusdi, Ph.D, menyebutkan Survey menunjukkan bahwa generasi milenial mahir dalam penggunaan teknologi, tetapi kurang sabar berada dalam organisasi. Menurutnya, kemampuan mempertahankan dan mengembangkan generasi milenial dan generaasi Z ini salah satu faktor keberhasilan dimasa pandemic dan era persaingan global.

“Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) membutuhkan pendekatan strategi manajemen yang baru untuk mendapatkan outcome yang lebih baik. Dan ini menjadi tugas besar bagi Human Resouce (HR) mencari solusi terbaik, terutama dalam menciptakan situasi yang kondusif bagi karyawan,” kata Plt. Direktur Politeknik Ketenagakerjaan.

Sehubungan dengan berkembangnya industri dan teknologi, memberikan implikasi terhadap kebutuhan Perusahaan akan sumber daya manusia yang kompeten, Plt. Direktur Politeknik Ketenagakerjaan mengatakan, Polteknaker terus melakukan berbagai upaya agar kompetensi dan kapasitas mahasiswa yang lulus nantinya terus dapat bersaing dan mempunyai standar kompetensi yang tinggi dalam dunia kerja.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik tahun 2019 mencatat kaum milenial menempati posisi pertama dengan 33,25% dalam hal komposisi populasi di Indonesia, kemudian diikuti oleh generasi Z (29,23%), generasi X (25,74%), dan terakhir baby boomers (11,27%). Angka statistik ini menunjukkan bahwa kemampuan memaksimalkan generasi milenial dan generasi Z menjadi kunci performa bangsa Indonesia di masa depan dalam menghadapi persaingan global.

“Harapannya kepada generasi milenial ini, seiring kemajuan informasi, teknologi dan komunikasi mereka dapat menjadi ujung tombak dari perubahan berbagai bidang sosial ekonomi. Dan Perubahan tersebut haruslah secara cepat diantisipasi oleh perusahaan-perusahaan sehingga mampu melakukan penyesuaian dari perubahan,” harap Plt. Direktur Politeknik Ketenagakerjaan, Elviandi Rusdi, Ph.D.

Pada acara Ngopi Daring tersebut, hadir Aminuddin Makruf, Staf Khusus Presiden dan dan RI, Tomy Kurniawan, Anggota DPR RI selaku Narasumber. Dr. Moch Ali Taufiq, M.Si selaku Narasumber sekaligus Plt.Kaprodi MSDM. Helmiaty Basri, MM, Kepala Pusat Pengembangan SDM, Narsih, MM, Kepala Biro OSDMA, Seluruh civitas akademika Politeknik Ketenagakerjaan.

 

 

By admin