Jakarta (24/09) — Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari Sampah Daun Kering sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian dan keterampilan pegawai dalam pengelolaan sampah organik di lingkungan kerja.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026, bertempat di halaman belakang lapangan basket Polteknaker ini diikuti oleh pegawai Polteknaker, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta, serta Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal Jakarta.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Tim Pramu Taman Polteknaker, yaitu Bapak Ajat Sudrajat, Bapak Susanto, dan Bapak Raihan Hidayat. Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai konsep dasar pengolahan sampah organik, tetapi juga mengikuti praktik langsung dalam proses pembuatan pupuk kompos dari sampah daun kering.
Melalui kegiatan ini, sampah daun kering yang dihasilkan dari kegiatan pemeliharaan lingkungan dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan yang memiliki nilai guna. Peserta diperkenalkan pada berbagai tahapan pengolahan, mulai dari pengumpulan dan pemilahan bahan, persiapan sampah daun, pencampuran bahan pendukung, hingga proses pengomposan.
Pelatihan ini juga menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan instansi pemerintah. Pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang sekaligus mendukung pemanfaatan kembali bahan organik untuk kebutuhan pemeliharaan tanaman dan ruang terbuka hijau di lingkungan kerja.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab seluruh warga institusi. Kolaborasi antara Polteknaker, BP3MI DKI Jakarta, dan Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal Jakarta juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik baik terkait pengelolaan lingkungan.
Melalui pelatihan tersebut, Polteknaker terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mengembangkan budaya pemanfaatan sampah sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.

